79. Merenggang

3530 Words

- "Aku sudah bilang jangan . Namun tetap saja kamu itu memang keras kepala." - *** "Lo tahu kan, gimana sakitnya?" Navino menatap kosong lapangan sepak bola SMA Sky Blue yang terletak di belakang gedung B. Hembusan angin menerpanya sangat kuat. Membuat mata Navino berkedap-kedip karena ada debu yang lewat. Dari tadi, yang diajak berbicara justru terbisu. Bara yang fokus memperhatikan siswa lain yang pagi-pagi sudah mulai bermain sepak bola. Dia bukannya enggan mendengarkan Navino, hanya saja, pikiran Bara juga sedang terpecah-belah. Memikirkan ayahnya sendiri yang sangat memaksa dia bertunangan dengan Lila. Tapi, Bara tetaplah Bara. Dia tentu tidak ingin bertunangan dengan gadis yang tidak mencintainya meskipun Bara sangat mencintai gadis itu. Bara mengerti, prasangka hati dan pera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD