Bab 14. Cemburu

1093 Words

"Aku pulang dulu, ya? Titip kafe. Omzet laporan via WA aja kayak biasanya," pesan Nadira kepada salah seorang karyawan yang dia percaya untuk menangani kafe saat dia tidak ada di tempat. Karyawannya itu mengangguk. Nadira pun menyambar tasnya dan keluar dari kantor. Suasana kafe sedikit lebih sepi karena cuaca memang mulai mendung. Nadira tersenyum lembut ketika berpapasan dan bertatap muka dengan para pengunjung kafe. Perempuan tersebut melangkah keluar dari kafe dan duduk di kursi depan yang memang diperuntukkan bagi pelanggan yang ingin menikmati kopi dengan suasana outdoor. Dia melirik arloji yang melingkar pada pergelangan tangan dan waktu menunjukkan pukul 18:00. "Apa macet, ya?" gumam Nadira sambil menatap jalanan di hadapannya. Entah mengapa jalanan petang itu terlihat lengang.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD