Lima hari di rumah sakit terasa seperti berbulan-bulan bagi pasangan ini. Akhirnya, aroma obat-obatan berganti dengan aroma maskulin khas parfum Abimanyu dan keharuman lily yang selalu memenuhi apartemen mewah mereka. Pintu apartemen terbuka otomatis. Abimanyu melangkah pelan, satu tangannya merangkul bahu Elvina, sementara tangan Elvina melingkar erat di pinggang suaminya, menuntunnya masuk. Meski sudah dinyatakan sembuh, Abimanyu masih tampak sedikit pucat dengan plester kecil yang menggantikan perban besar di pelipisnya. "Pelan-pelan, Mas," bisik Elvina lembut saat mereka memasuki kamar utama. Elvina menuntun Abimanyu hingga duduk di tepi ranjang king-size mereka yang empuk. Abimanyu menghela napas panjang, menyenderkan punggung dan bahunya di headboard ranjang yang dilapisi belu

