DELMA kembali menatap lurus ke depan. Ia berfirasat jika rahasia yang selama ini Alka tutup telah terbongkar. Ia juga menduga alasan Agatha meneleponnya adalah untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Pasalnya, ia memiliki tanggung jawab untuk menjaga Alka. Jika terjadi sesuatu pada Alka, maka dirinya pun akan ikut terseret. Tangan kanan Delma terangkat, lalu bergerak menuju pintu utama rumah Alka yang sudah terbuka. Ia mengetuk pintu tersebut secara perlahan. "Permisi," izinnya. Delma melongokkan kepala ke dalam rumah Alka. Ia mengedarkan pandang dan melihat keluarga sahabatnya itu tengah berkumpul secara lengkap di ruang tamu. Namun, bukan aura kehangatan yang terpancar dari kebersamaan itu. Lebih ke arah kekacauan lebih tepatnya. Delma menelan ludah berat ketika melihat Alka yang duduk

