“ALK, kamu tunggu bentar di sini, ya. Aku sama Faza mau ngobrol bentar. Enggak apa, ‘kan?” Alka berdeham panjang sejenak. Tak lama kemudian, gadis itu mengangguk, mengizinkan. “Jangan lama-lama, ya.” Alden tersenyum dan mengangguk. “Iya. Kamu duduk dulu aja.” Alka mengangguk dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Alden. Faza merapatkan diri ke arah Alden. "Kukira kamu ke sini sendiri. Enggak taunya bawa pacar," bisiknya. "Maaf. Tiba-tiba aja kepikiran Alka, makanyan aku ngajak dia ke sini." Faza tertawa kecil. "Oh, jadi kamu udah punya target, nih? Pacar kamu ... yang bakal jadi ...." Laki-laki itu terlihat mengangkat sedikit tangan kanan yang terkepal dengan ibu jari terselip antara jari tengah dan jari telunjuk. Melihat hal tersebut membuat kedua mata Alden membulat secara semp

