*** Setelah beberapa lama mengamati kamar lama Keano, pria itu segera mengajakku ke suatu tempat yang masih dirahasiakan. Aku penasaran tentu saja. Tapi percuma saja memaksa bertanya, pria itu tidak akan menjawabnya. "Kamu nggak ngajak aku ke tempat aneh-aneh lagi, kan?" kataku sambil menghempaskan tubuh di sandaran mobil. "Mumpung kita lagi di Bandung, Vi. Aku cuma pengen jalan-jalan." "Ya ... Aku harus tau jalan-jalan ke mana. Terakhir kamu ngajak aku ke tempat yang kamu rahasiakan, aku hampir jantungan." Memangnya siapa yang tidak jantungan seandainya diajak ke rumah orang tua pacar tapi belum mempersiapkan apa-apa? Aku cemberut saat lelaki di samping ku justru tertawa. Apanya yang lucu? "Aku pikir kamu udah nggak marah. Keluargaku menyukaimu." Aku yakin itu hanya untuk pembelaa

