*** Dengan canggung Vivian melepas pelukan mereka. Sudah jangan ditanya semerah apa wajahnya kali ini. Karena lagi-lagi mereka ketangkap basah salah satu keluarga Keano. "Ada apa?" Keano beranjak. Menghampiri adiknya yang masih bengong di depan pintu. Sadar kalau posisinya berada di tempat yang salah, Kara segera menggeleng kuat. "Nggak apa-apa! Kakak sama Vivian boleh dilanjutin aja." "Dilanjutin apa? Kami nggak ngapa-ngapain." Vivian menyela panik. Bagaimana kalau Kara melapor pada mamanya? Itu kan sangat gawat. Vivian masih belum punya muka untuk bertemu Rena lagi setelah kejadian 'itu'. Kali ini tatapan Kara bergerak menyusuri penampilannya. Hanya piama gelap yang kebesaran, karena ini milik Keano. Lalu dia dapat melihat senyum geli di bibir Kara. "Aku cuma bosan di rumah. Tadi

