Vivian PoV. *** Setelah percakapan menguras emosi yang menurutku selesai itu, dokter Keano mengantarku pulang dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa. Itu lebih baik, artinya aku sudah tidak perlu lagi berhubungan dengan urusan semacam itu. Jujur saja, terlibat masalah percintaan adalah hal yang harus aku hindari. Aku berada di sini karena memiliki tujuan. Dan aku malas berada di situasi yang akan menghambat tujuanku. Sambil menggendong Dovy yang masih terlelap, aku membuka pintu Kos dan langsung disambut Rima. “Kemana aja lo?” Rima bertanya disela kegiatannya menyisir rambut. Kuletakkan Dovy di bantal tidurnya. “Cari angin.” Aku menjawab singkat. “Tadi Tante telepon.” Mendengar perkataan Rima, pergerakanku terhenti. “Ngapain Mama telepon?” Rima mengangkat bahu. “Biasa

