20

1533 Words
3 November Dimana hari ini bertepatan dengan ulang tahun Meika. Tapi, ngomong-ngomong Meika sudah berada ditingkat 3 SMA bersama teman-temannya kecuali Reza, Dimas dan Jacop yang masih berada ditingkat 2 SMA.   Semua teman-teman Meika hari ini berkumpul di rumah gadis manis itu untuk merayakan hari kelahirannya. Bedanya ada yang special diacara hari ini adalah pertunangan antara dirinya dengan Jay setelah ini. Yah bisa disebut ulang tahun yang istimewa. Itu semua karena orang tua Meika yang ingin cepat-cepat punya menantu jadilah mereka mengusulkan untuk mepertunangkan keduanya dan akan menikah setelah keduanya lulus dari bangku SMA dan yang pasti disetujui oleh ayah Jay selaku kepala sekolah dan orang tua Jay Luwis.   Acara sudah dimulai sejak pukul 7 tadi. Bahkan sekarang sudah masuk keacara inti dimana ayah Jay berdiri dipanggung kecil yang ada ditengah-tengah taman belakang rumah Meika.   "terimakasih semua sudah hadir diacara ulang tahun Meika, tapi bukan hanya itu saja melainkan ada berita yang lebih membahagiakan disini...hari ini saya selaku orang tua Jay Luwis mengumumkan bahwa hari ini anak saya Jay dan Meika akan bertunangan" kata ayah Jay.   Mendengar perkataan ayah Jay, semua yang berada disana bertepuk tangan riuh merasa bahagia. Bahkan suasana menjadi makin riuh saat Meika dan Jay menuju atas panggung. Mereka berdua tampak serasi dengan warna pakaian yang senada. Setelah mereka sampai diatas panggung tepatnya disebelah ayah Jay. Keduanya tampak bahagia terbukti dengan senyum yang terkembang dibibir keduanya. Ayah Jay memberikan kotak cincin kepada Jay.   "pasangkan ini kecalon menantu ayah, Jay" kata ayahnya.   Tanpa disuruh dua kali Jay langsung memasangkan cincin yang sederhana dengan satu berlian yang terdapat ditengah-tengah cincin tersebut dan resmilah Meika menjadi tunangan Jay.   Oh ya jangan tanya soal Sandi! Dia sudah merelakan Meika bahagia bersama Jay. Aku beritahu tentang rahasia. Setelah kejadian dimana Sandi menghampiri Rika waktu itu ditaman belakang sekolah yangn dipergoki oleh Jay dkk. Saat itu juga mereka semua berteman dan Sandi mulai dekat dengan Rika. Meskipun terkadang ia masih sedikit merasa risih dengan tingkah rika yang bergelayut manja dilengannya ketika mereka pergi bersama yang lain. Tapi, sedikit demi sedikit Sandi mulai terbiasa dengan hal itu dan sekarang mereka sudah menjalin hubungan yang serius. Tak jarang pula Rika menginap di rumah Sandi. Hanya sekedar menginap biasa tidak ada yang special diantara mereka yang terjadi.   Begitu pula dengan hubungan Reza dan Siska, orang tua Reza sudah mengetahui bahwa putranya memiliki kekasih yang cantik dan sangat perhatian pada anaknya. Bahkan mereka sudah memberikan lampu hijau pada hubungan keduanya tanpa pertimbangan sama sekali.   Jika kalian bertanya soal ketiga orang yang jomblo itu, maka jawabannya adalah mereka masih jomblo dan tidakberniat mencari seorang kekasih toh saat mereka pergi bersama rasanya tak ada bedanya. Meskipun terkadang ketiga pasangan diantara mereka bermesraan didepan mereka secara terang-terangan. Mereka bertiga tak peduli dan malah asyik sendiri.   Kembali keacara Meika. Semua orang sekarang sedang menikmati hidangan yang sudah tertata rapi dimeja makan panjang disisi kolam renang. Tak sedikit juga yang mengucapkan selamat pada Meika dan mengambil foto bersama. Begitu juga dengan teman-temannya yang lain.   "waaah selamat ya, Mei" kata Eric yang terlihat bahagia diantara yang lain.   "terimakasih, Ric" balas Meika dengan senyumnya.   "ayo kita mengambil foto" ucap Rika dengan mengeluarkan ponselnya. Kemudian mereka mengambil beberapa foto bersama. Tak hanya disitu saja mereka mulai bercanda gurau bersama.   "emz Mei, maafkan aku ya...kami harus pulang" pamit Siska pada Meika.   "yah kenapa cepat sekali kalian pulang sih…" kata Meika dengan sedikit sedih.   "maafkan aku..besok kita bertemu lagi ok"   "baiklah...hati-hati ya.." Meika diam sebentar "...jaga dia anak kecil" tambah Meika sambil menatap Reza.   22.00 Pesta yang digelar keluarga Meika dan Jay telah usai. Sekarang Meika sedang mengistirahatkan badannya diranjang kamarnya dengan memainkan ponsel, menunggu Jay membalas pesannya. Yah! dua menit lalu setelah pesta selesai keluarga Jay berpamitan pulang kepada keluarganya. Tentu saja dengan Jay yang ikut pulang bersama orang tuanya. Sebenarnya Meika sedikit ada rasa tak rela saat Jay pulang bersama orang tuanya, tapi mau bagaimana lagi ini semua permintaan orang tuanya. Kalau mereka tak boleh tidur bersama dan harus tidur di rumah masing-masing. Kita biarkan sajalah mereka menjalani semua peraturan yang dibuat orang tua mereka.   ❇   Setelah meninggalkan pesta Meika tadi, Reza mengantar Siska pulang ke rumahnya. Sebenarnya orang tua Reza memperbolehkan Siska tinggal bersama mereka di rumah mereka, tapi gadis mungil itu menolak karena tak mau menyusahkan keluarga Reza dengan kehadirannya nanti. Biarlah dia mandiri dulu sebelum menikah dengan Reza nanti. Jadilah siska tetap tinggal di rumah sederhananya dan tak jarang juga Reza menginap disana dengan alasan bahwa tak mau meninggalkan Siska sendirian dan beruntunglah dia dipercayai oleh kedua orang tuanya. Sejam berlalu Reza dan Siska sampai di rumah Siska dan sekarang mereka sedang membersihkan diri masing-masing. Kemudian mereka berdua duduk disofa depan tv dan melihat drama yang Siska suka. Dengan posisi Reza yang tiduran dipaha Siska dan gadis itu yang memakan camilan yang ia ambil dari kulkas.   "kak, aku bosan" keluhnya pada Siska.   "pulanglah jika kau bosan, Za" jawab Siska santai tanpa mengalihkan matanya dari acara tv.   "aish kak..aku serius! Apa kau tak punya hal yang menyenangkan"   "buatlah hal yang menyenangkan kalau begitu"   Mendengar perkataan Siska, Reza mulai menyeringai dan tentu saja Siska tak melihat itu semua karena ia masih fokus pada acara dramanya.   "baiklah kalau begitu" gumam Rezadan selanjutnya terkejutlah Siska dengan apa yang dilakukan Reza padanya. Bagaimana tidak terkejut kalau tangan Reza mulai meraba perutnya yang rata itu.   "yak! Apa yang kau lakukan bodoh" geram Siska.   "kata kakak, aku harus membuat hal yang menyenangkan sendiri….jadi aku buat ini"   Detik berikutnya Siska melebarkan matanya saat Reza mencium bibirnya dan melumatnya. Tak ada nafsu sebenarnya diantara ciuman mereka, tapi ketika Siska mengerang tertahan-   "enggghhh"   -hal itu membuat Reza makin gencar melumat bibir Siska. Tak hanya itu tangannya pun mulai meraba-raba punggung Siska sensual. Dan malam itu kembali menjadi malam panjang dan panas bagi keduanya.   ❇   Satu tahun telah berlalu dan Meika sudah lulus dari masa SMA-nya. Bahkan tak disangka-sangka Jay mendapatkan peringkat kedua setelah Meika dan menggeser posisi Siska disana. Siapa yang tahu jika Jay dibantu oleh Meika. Bukan dalam hal negatif ya! melainkan dengan belajar bersama yang berakhir dengan bibir Meika yang harus membengkak karena serangan Jay. Jika Jay benar dalam mengerjakan soal maka ia boleh mencium Meika, maka dari situlah Jay sangat bersemangat, tapi itu setahun yang lalu, sebelum mereka meraih kesuksesan seperti sekarang. Jay yang dimasukkan kedalam perusahaan ayah Meika dan Meika yang membuat restaurant tak jauh dari perusahaan sang ayah. Sengaja memang, Meika mencari tempat didekat perusahaan sang ayah, agar dia bisa bertemu Jay jika ia merindukan lelaki itu. Tapi, mereka masih belum resmi menjadi suami istri, karena Meika masih fokus dengan restaurant yang baru ia buka. Mungkin mereka akan resmi menjadi suami istri dalam waktu dua bulan ini dan bertepatan dengan ulang tahun Jay tentunya. Karena itu sudah menjadi keputusan kedua belah pihak dan itu disetujui oleh Jay dan Meika.     Dan hari yang sudah ditunggu-tunggu itupun akhirnya datang, tepat tanggal 1 maret, hari ini Jay menikahi Meika. Suasana kediaman Jay sangat ramai dengan kehadiran para kerabat dan teman dari Jay hari ini. Setelah acara peresmian digereja tadi pagi, mereka menggelar pesta di rumah keluarga Jay malam ini. Tak hanya pesta pernikahan melainkan juga pesta ulang tahun Jay juga yang mereka adakan malam ini.   "waaah Mei, kau terlihat cantik dengan gaun itu" puji Rika sambil memeluk Meika menyalurkan rasa bahagianya pada gadis itu.   "terimakasih Rik...dimana Sandi?" tanya Meika yang tak melihat keberadaan Sandi.   "dia akan sedikit terlambat" jawab Rika. Sedangkan kedua lelaki yang ada disebelah mereka pun sibuk sendiri.   "hai semuanyaaaa" teriak Reza yang baru saja datang bersama Siska.   Ngomong-ngomong soal keduanya, mereka sudah bertunangan tepat setelah hari kelulusan mereka diumumkan. Sedangkan Rika dan Sandi masih menjajaki kisah cinta mereka. Mereka bilang "seperti ini saja dulu..lagi pula kami belum sangat mengenal satu sama lain" itulah yang terucap dibibir mereka jika ditanya kapan akan bertunangan dan menikah. Bahkan orang tua mereka menyerahkan semua keputusan pada kedua anaknya itu. Kita do'akan saja mereka cepat menyusul. Tak lama kemudian Sandi datang dengan membawa hadiah yang cukup besar ditangannya.   "hai semua..maaf aku terlambat..oh ya Jay ini kado dari kita semua untuk kalian berdua" kata Sandi sambil menyerahkan bingkisan kepada Jay.   "terimakasih San" balas Jay. Mereka kembali berbincang-bincang sambil menikmati suasana pesta malam ini.   Tak terasa kediaman Jay mulai dipadati oleh para undangan yang hadir. Semua tampak menikmati acara pesta yang diadakan oleh kedua keluarga yang sedang bahagia itu. Ada yang memakan hidangan yang disediakan, ada yang minum dan ada yang memberi selamat pada kedua mempelai bahkan ada yang menghibur tamu undangan dengan menyanyi. Dan ada juga yang mengambil beberapa foto bersama pasangan pengantin baru itu.   "Jay aku lelah" keluh Meika tepat ditelinga Jay saat ia merasa jengkel dengan tamu yang memberikan ia selamat dari tadi.   "sabar..sebentar lagi selesai" jawab Jay santai.   Meika hanya mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban dari Jay. Ia sungguh jengkel dengan manusia satu itu. Sungguh membuatnya ingin menendang dia kelaut, tapi Meika tak akan tega begitu-itu adalah kelasihnya bahkan sekarang menjadi suaminya. Masak mau ia tendang, Meika tak mau jadi janda secepat itu jika kalian ingin tahu. Tak lama pesta pun selesai, semua orang berpamitan untuk pulang sendiri-sendiri.   "kenapa kalian tak menginap saja?" tanya Meika   "maaf Mei..kami tak mau mengganggu malam pertamamu" ucap Eric dengan cengiran khasnya membuat Meika sedikit menunduk malu.   "ya sudah ya kami pulang.." pamit Sandi "..oh ya Jay jangan terlalu keras bermainnya ok!" kata Sandi sambil mengerling.   Semua tertawa mendengar perkataan Sandi barusan, tapi berbeda dengan Meika yang malah menunduk malu sedangkan Jay bersiap-siap memukul kepala Sandi sebelum Sandi berlari menjauh darinya.   "yah sudah kami pulang.....bye Mei" kata Rika   "kalau dia kasar padamu telfon aku ok!" kata Siska yang mendapat anggukan dari Meika.   "hati-hati ya" kata Jay
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD