Ruangan bernuansa putih dan coklat itu begitu tenang, hanya benda persegi berukuran dua puluh satu inci yang menampilkan seorang wanita sedang membawakan acara talkshow menjadi ‘teman’ Runa. Sudah dua malam ia menginap di ruangan itu. Setiap harinya Dini akan datang menemaninya, lalu malamnya Irsyad yang menginap menggantikan sang ibu menjaga Runa. Walaupun kadang saat datang lelaki itu langsung menuju sofa dan terlelap disana tanpa bertanya sepatah kata pun pada Runa. Runa memaklumi itu,ia sadar kehadiran Irsyad hanya keterpaksaannya dalam mematuhi sang ibu. Runa bergerak untuk merubah posisinya. Ia lelah terus berbaring tanpa melakukan apapun, ia sudah ingin pulang. Huh, pulang... memang aku punya tempat untuk pulang? Runa duduk diatas ranjang, matanya melihat jarum infus yang terpasa

