Last Day

1297 Words

MATEO Untuk sesaat aku terpaku menatap Calista yang tengah tertidur pulas. Bekas air mata terlihat jelas di wajah gadis itu. Sekali tidak ada lagi isakan terdengar, tapi aku tetap merasa sedih melihatnya. Gadis ini terlalu berharga untuk disakiti. Perlahan aku menduduki sisi ranjang. Tanganku terulur untuk mengusap puncak kepalanya dengan sayang. Sama sekali tidak terusik, Calista jelas kelelahan. Aku ingin di sini untuk memastikan bahwa dia tidak lagi menangis, sebelum beranjak ke kamarku sendiri. “Jangan bersedih,” bisikku sembari bermonolog. “Cedric benar, Cara, aku tidak boleh menyerah untuk membuatmu terus tersenyum dan tertawa bahagia.” Lama sekali aku berada di posisiku, hinggak aku cukup yakin gadisku baik-baik saja. Segera saja aku mengecup keningnya dalam dan lama, lalu beran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD