Lima Dua

1220 Words

Dalton tersenyum lebar begitu uang itu kuserahkan padanya. Ia menepuk pundakku dengan antusias disertai senyum lebar, seolah aku barusan saja melakukan sesuatu yang benar-benar mampu membuatnya bangga. Setelah melakukan hal sederhana cenderung murahan itu, ia kemudian memasuki kerumunan orang di depan kami dan entah pergi kemana aku tak tahu. Saat aku berpikir hari berat ini telah berakhir dan aku bisa segera kembali pulang untuk menenangkan pikiran sekaligus mencari rencana baru, seseorang menepuk pundakku dari belakang. Saat aku menengok, kudapati si bocah ingusan tiba-tiba melayangkan tinju yang lumayan keras ke sudut pipi kiriku sampai aku terjatuh ke belakang di tengah kerumunan orang-orang yang sontak saja panik dan terkejut. Hingga berlarian ke tempat lain yang jauh dari tempat p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD