Lima Satu

1027 Words

Lagi dan lagi kudengar nama Dalton jadi biang masalah bahkan dia yang sudah bertanggung jawab jadi dalang dibalik kehancuran hidup Runa, membuatku benar-benar tak bisa lagi memberi ampunan pada hidupnya. Dengan dongkol kulepas Taeyang kali ini lalu dengan terburu-buru kembali ke ruanganku sendiri. Rasanya dadaku memanas sampai seolah ingin meledak saat ini juga, namun aku mengupayan untuk menahan diri. Segera setelah kembali ke kamar, kuraih ponselku. Tujuanku tak lain adalah untuk menghubungi Jordhan sekali lagi memastikan kesanggupannya menyiapkan sejumlah besar uang yang kuperlukan. "Sepertinya kau sudah begitu tak sabar sampai menghubungiku lebih dulu" buka lelaki itu dengan nada santai yang entah mengapa sedikit membuatku jengkel. "Kau sudah menyediakan yang kubutuhkan?" "Seperti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD