Melihat Lee kemarin tak memedulikan keadaanku sekalipun melihatku menangis membuatku merasa sedih dan kecewa padanya. Entah apa yang ada di benaknya sampai ia bisa memilih meninggalkanku begitu saja tanpa perasaan. Sekalipun dia sempat berpesan padaku akan segera kembali. Di sini aku menunggunya, tapi sampai detik ini ia tak juga datang. Hatiku yang sudah terlanjur kecewa ini tak bisa menerimanya begitu saja. Apakah Lee yang kukenal sudah berubah, tak seperti Lee yang kukenal dulu lagi? Tiap kali mempertanyakan hal ini membuat hatiku merasa sakit. Hingga aku kembali menjadikan kokain sebagai pelarian. Kokain membuatku merasa tenang. Lebih bahagia tanpa beban. Aku menghela napas setengah dongkol sembari menatap lantai. Sudah 8 jam lebih aku menatap lantai yang dipenuhi beling akibat

