Aku sedang membaringkan kepala sambil menunggu telpon dari Jordhan Michael yang entah kapan akan berdering. Aku tidak tahu berapa lama waktu yang dia butuhkan untuk menyetujui usulanku. Padahal aku sudah memberinya dua umpan lumayan besar. Dalton dan Franco. Apakah dia khawatir kalau aku akan berkhianat nanti? Telpon satelit dalam laciku berdering nyaring. Aku segera meloncat dari tempat tidur. Buru-buru mengambil telpon itu, karena yakin panggilan itu tak lain tak bukan pasti datang dari Franco atau anak buahnya. "Apakah semua berjalan lancar?" "Kapal pengiriman sudah berangkat kemarin lusa menuju pelabuhan di Incheon. Mereka akan menghubungimu sehari sebelum kapal itu tiba" dari nada suara lelaki itu aku yakin dia pasti Ramirez. Tangan kiri Franco dalam bisnis ini. Kami tak banyak be

