Moncong pistol bersarang di ujung tengah dahiku sementara kedua tangan dan kakiku diikat tali yang membelit amat kuat sampai aku merasakan kulitku panas dan nyeri terbakar. Nasibku yang buruk dan menyedihkan ini tak untuk kunikmati seorang diri, sebab ada Dalton turut bersamaku. Pria b******n itu yang merusak hidupku, merampas segalanya dariku berada tepat di sampingku dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya, merembes di pakaiannya yang berbau asam, sampai-sampai dia terlihat hampir-hampir akan kencing di celana. Ditodongi pistol di atas kepala sudah pasti adalah pengalaman pertama yang membuatnya bergidik ngeri. Kami berbeda bahkan sejak awal. Aku sudah terbiasa hidup berkawan dengan kematian yang menakutkan, sedangkan dia yang terbiasa duduk di belakang meja menikmati hasil ker

