Dua Enam (Pelarian)

933 Words

Aku menarik kepala Runa menunduk di tengah bunyi ledakan keras yang menggetarkan pilar-pilar tembok dan kaca. Dia tampak sangat ketakutan, menutup telinga dengan dua tangan. Luka tembak yang kulesatkan sesaat lalu mengucurkan darah segar. Aku merasa bersalah. Kutarik dia berdiri tapi dengan kasar mendorongku menjauh. Tubuhnya yang ketakutan bergetar sedemikian rupa, sementara mata coklatnya berkaca-kaca. Ia membuka mulut demikian gemetaran hingga nada suaranya seolah lenyap teredam takut. "Apa kau yang melakukan semua ini?" Tanpa memberi penjelasan karena kupikir ini bukan saat yang tepat, kutarik tangannya. Tapi sekali lagi dia menghempasnya. "Kau kah yang melakukan ini? Jawab pertanyaanku!" Saat hendak menjelaskan muncul seorang lelaki dari balik pintu membawa pistol yang ia arahka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD