bc

Janji di Atas Ingkar

book_age16+
12
FOLLOW
1K
READ
dark
love-triangle
HE
fated
second chance
friends to lovers
pregnant
powerful
boss
heir/heiress
drama
sweet
bxg
lighthearted
office/work place
polygamy
addiction
like
intro-logo
Blurb

".... saya mengundurkan diri dari jabatan sebagai istri Anda."

*

Keanu menyeringai mendengar Kalila akan mengajukan cerai. Dia kira, istrinya itu hanya emosi sesaat yang kekanak-kanakan.

*

Apa yang harus Kalila Reina, koki sekaligus pemilik Reina’s Catering, lakukan, saat mendadak indera perasanya tidak berfungsi karena emosi pada suaminya yang tega membawa pulang mantan pacarnya? Tidak hanya lidahnya, pun hatinya mati rasa.

*

Pengabaian demi pengabaian Keanu sejak suami sang mantan meninggal, membuat Kalila menyadari pengabdiannya selama tiga tahun menjadi istri setia dan memuja, ternyata tidak berarti.

Kalila putuskan mengundurkan diri dari status istri Keanu dan membuka lembaran baru. Terutama saat ada uluran tangan tulus dari sang paman yang membantunya bangkit.

*

Kalila pikir, bukankah hati yang sudah mati... tidak akan bisa disakiti lagi kan? Akankah Keanu berhasil menyalakan kembali api cinta di hati istrinya saat sang paman berkata akan bersaing dengannya untuk mendapatkan cinta Kalila?

*

Notes : up santai ya

chap-preview
Free preview
Part 1. Perayaan Mati Rasa
"Dania mengalami panic attack akut semalam, Kalila. Dia hampir menyakiti dirinya sendiri. Aku harus membawanya ke rumah sakit dulu untuk diperiksa sebelum membawanya ke sini. Jangan mulai berpikiran yang tidak-tidak. Aku hanya menjaga amanah mendiang sahabatku. Masuk ke kamarmu, jangan membuat keributan!" Kalila memijat pelipisnya karena kepalanya terasa berputar. Dia mencengkeram erat meja di dapur agar tidak terjatuh. Suara Keanu yang dingin dan penuh peringatan itu terus berputar, membuat telapak tangannya yang mencengkeram meja dapur menjadi basah oleh keringat dingin. Cemburu? Pasti! Memangnya istri waras mana yang rela suaminya pulang membawa wanita lain dengan alasan kemanusiaan sekalipun? Mantan pacar pula! “Tidak, jangan sekarang pusingnya! Nanti saja kalau sudah tenang. Sebentar lagi acara penting dan aku tidak boleh kecewakan Keanu dan mama. Ini juga menyangkut nama baik Reina's Catering! Ayo, Kalila, kamu kuat! Kamu pasti bisa!!” Kalimat positif itu Kalila ucapkan dengan lirih, menyemangati diri sendiri agar tidak semakin terlarut dalam kesedihannya. Dua jam lagi, gala makan malam untuk para investor Syailendra Corp. akan dimulai di aula terbuka rumah ini. Keanu Syailendra, suaminya, meminta Kalila memimpin langsung penyajian menu utama, Smoked Wagyu Beef dengan Saus Truffle Berry. Sebuah menu prestisius andalan kateringnya yang harus sempurna demi menjaga gengsi sang konglomerat. Kalila menyetujui itu walau hatinya masih sakit. Sebagai seorang pemilik catering premium, dapur adalah istananya. Tempat di mana dia akan memegang kendali penuh atas rasa. Tapi malam ini, di dapur megah kediaman Syailendra yang seluas rumah tipe tiga puluh enam, Kalila merasa seperti seorang prajurit yang kehilangan senjatanya. Kalila menggenggam sendok perak kecil dengan jari yang gemetar. Saus truffle berry ungu pekat masih meletup pelan di atas kompor. Dia meniup sebentar, lalu membawa sendok itu ke bibirnya. Hambar. Tidak ada manis beri. Tidak ada gurih kaldu sumsum. Tidak ada aroma truffle yang earthy. Lidahnya terasa mati rasa. Kalila membeku. Jantungnya berdesir aneh. TIdak percaya, dia mengecap lagi kali ini lebih banyak membiarkan saus itu memenuhi rongga mulutnya. "Bu Kalila? Apakah saus truffle-nya sudah siap dikentalkan?" tanya Asti, kepala asisten dapurnya, dengan raut cemas. Kalila buru-buru menurunkan sendok. Tangannya di bawah celemek linen abu-abu mulai bergetar halus. "A-Asti, tolong cicipi ini." Asti mengambil sendok baru, mencicipinya sedikit dan seketika matanya membulat. "Ini... ini asin sekali! Rasa beri-nya terlalu pekat sampai getir!" Kalila mundur selangkah hingga pinggulnya membentur tepian meja marmer. Kepalanya kembali berputar hebat. Dia tidak bisa mengecap rasa bukan karena masakannya yang salah, melainkan lidahnya yang menolak berfungsi. Kilasan kejadian semalam mendadak datang lagi tanpa permisi. Semalam, pukul dua dini hari, Kalila terbangun oleh deru mobil Keanu. Saat dia turun untuk menyambut suaminya, ternyata Keanu tidak sendirian. Keanu menuntun Dania, mantan pacarnya yang kini menjanda, masuk ke rumah mereka. Pakaian Dania berantakan, matanya sembab dan wanita itu terus menggumamkan nama mendiang suaminya, sahabat karib Keanu. “.... Masuk ke kamarmu, jangan membuat keributan." Kalimat itu memang pendek, tapi tajamnya sanggup menguliti harga diri Kalila yang sudah tiga tahun dia pertahankan demi menjadi istri sempurna. Kalila memang tidak membuat keributan. Dia gegas masuk ke kamar, mengunci pintu dan menangis dalam diam hingga dadanya sesak. Stres pascatrauma tadi malam ternyata bermanifestasi secara instan hari ini, tubuhnya mogok, dan indra perasanya mati secara psikologis di saat yang sangat tidak tepat. “A-aduuh! Kepalaku…!” Kalila menjambak rambutnya membuat Asti panik. "Ibu kenapa? Kita harus memerbaikinya sekarang, waktu kita tinggal satu jam!" Suara Asti menarik Kalila kembali ke realitas. Kalila menarik napas pendek yang terasa mencekik parunya. "Asti... tolong ambil alih takaran garam dan gulanya. Aku... aku akan mendikte langkahnya. Lidahku sedang tidak bersahabat hari ini." Suaranya hampir hilang ditelan deru kipas exhaust dapur. * Satu jam kemudian, aula open-space kediaman Syailendra sudah dipenuhi oleh denting gelas kristal dan obrolan kelas atas para taipan bisnis. Kalila berdiri di sudut koridor yang menghubungkan dapur dan aula. Dia mengenakan gaun brokat berwarna hitam, rambutnya disanggul anggun. Wajahnya yang pucat disamarkan oleh lapisan foundation, bedak dan perona pipi dan lipstik warna merah semangka. Dari kejauhan, dia melihat Keanu. Tampan seperti biasa dalam tuksedo hitam rancangan desainer. Di sampingnya, Dania berdiri anggun dengan gaun hitam sederhana, wajahnya pucat namun ringkih, sebuah jenis kerapuhan yang selalu membuat pria ingin melindungi. Keanu sesekali memegang siku Dania, memastikan wanita itu baik-baik saja di tengah keramaian. Sebuah gestur protektif yang tidak pernah Kalila dapatkan setelah nama Dania muncul di pernikahan mereka. "Menu utama malam ini disiapkan khusus oleh istri saya, Kalila," suara bariton Keanu menggema melalui mikrofon, menyambut para tamu saat hidangan mulai disajikan. "Dia memastikan setiap rasa memiliki standar tertinggi Syailendra." Kalila meremas jemarinya sendiri di balik pilar. Jantungnya berpacu gila. Di atas meja panjang, para investor mulai memotong daging wagyu berlapis saus buatan dapurnya. Satu detik. Dua detik. Kalila melihat seorang investor senior di meja utama tiba-tiba meletakkan garpunya dengan dahi berkerut. Pria paruh baya itu batuk kecil, lalu meminum air putihnya dengan terburu-buru. Wajah Keanu yang tadinya penuh senyum formal, perlahan menegang saat melihat beberapa tamu lain melakukan hal yang sama, beberapa bahkan berbisik dengan raut wajah tidak nyaman. Saus truffle yang dikoreksi Asti dalam kepanikan ternyata tetap gagal menyelamatkan hidangan karena Kalila salah mencampur takaran bahan dasar di awal akibat kehilangan kepekaan rasa. "Ada apa dengan saus ini? Rasanya aneh... seperti ada takaran yang salah," bisik salah satu istri investor yang suaranya cukup terdengar sampai ke telinga Keanu. Wajah Keanu berubah memerah. Tatapan matanya menyapu ruangan, mencari sosok Kalila, dan menemukannya sedang mematung di dekat pilar koridor. Tanpa memedulikan para tamu yang mulai mengeluh, Keanu melangkah lebar mendekati istrinya. Cengkeraman tangannya di pergelangan tangan Kalila terasa begitu kuat hingga tangannya mati rasa. "Ikut aku," desis Keanu, menyeret Kalila masuk ke dalam ruang kerja pribadinya yang sepi. Begitu pintu tertutup, Keanu melepaskan tangan Kalila dengan kasar hingga perempuan itu terhuyung. "Apa yang kau lakukan, Kalila? Kau ingin memermalukanku di depan para investor utama?" Kalila memegang pergelangan tangannya yang memerah. “Keanu… aku bisa jelaskan...” "Kau sengaja, kan?!" potong Keanu, suaranya naik, memotong kalimat Kalila tanpa mau tahu alasan sebenarnya, "kau sengaja merusak makan malam penting ini karena kau cemburu pada Dania? Kau ingin membalas dendam padaku karena aku membawa Dania menginap semalam? Kau mau balas dendam dengan cara menghancurkan reputasi keluarga Syailendra di depan umum?!” Kalila menatap suaminya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Sengaja? Kamu pikir aku serendah itu sampai memertaruhkan nama baik bisnis yang juga menghidupiku? Aku koki profesional, Keanu. Bisakah kamu sekali saja mendengarkan aku sebelum menuduh?” "Lalu apa alasannya?! Bagaimana mungkin makanan seburuk itu bisa lolos dari dapurmu kalau bukan karena pikiranmu yang dipenuhi cemburu buta yang kekanak-kanakan itu, hah?!" Keanu menunjuk wajah Kalila dengan kasar. "Dania sedang sakit, Kalila! Dia butuh dukungan! Dan kau... kau malah sibuk merengek mencari perhatian dengan cara merusak reputasi keluarga Syailendra di depan umum!" Plak!!! Seolah ada tamparan, walau bukan tamparan fisik yang menyakiti Kalila, tapi kata-kata Keanu yang menghancurkan sesuatu di dalam d**a Kalila. Kesabaran, itu sesuatu yang selama tiga tahun ini dia jaga demi nama baik. Lambungnya bergejolak hebat. Pandangannya kabur. Suara Keanu berubah menjadi dengungan jauh yang menyakitkan. "Kenapa diam saja? Kau tidak punya jawaban?!" teriak Keanu lagi, menatap istrinya dengan pandangan meremehkan. Kalila menarik napasnya yang pendek. Dia mendongak, menatap lurus ke dalam manik mata hitam Keanu. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, tidak ada binar pemujaan atau ketakutan di mata Kalila. Mata itu kini sedingin es di kutub utara. "Ya," cicit Kalila. Suaranya tidak lagi bergetar. Suara itu terdengar datar dan sangat sopan. "Kamu benar, Keanu. Aku yang salah. Maafkan aku." Selalu seperti ini, aku yang salah dan harus meminta maaf atas apa pun yang terjadi. Keanu tertegun sesaat melihat perubahan drastis pada emosi istrinya. Tapi ego dan amarahnya terlalu tinggi untuk memikirkan ada yang ganjil pada Kalila, "urus kekacauan di luar. Dan pastikan wajah cemberutmu itu tidak terlihat lagi oleh para tamuku." Tanpa menunggu jawaban, Keanu berbalik dan melangkah keluar, menutup pintu hingga berdebum keras. Kalila ditinggalkan sendirian. Tubuhnya merosot ke lantai marmer yang dingin. Dia membekap mulutnya sendiri, menahan mual yang menyiksa, sementara tangannya yang tremor hebat terus mencengkeram dadanya yang terasa hampa dan menyakitkan. Malam itu, di lantai dingin ruang kerja suaminya, Kalila menyadari satu hal, jiwanya telah mati rasa, persis seperti lidahnya. Dia berjanji, mulai besok, Keanu tidak akan pernah bisa menyakitinya lagi. Karena bukankah orang mati, tidak bisa merasakan sakit, kan?

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
23.7K
bc

Kali kedua

read
223.1K
bc

TERNODA

read
204.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
196.4K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.9K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook