Angin bertiup pelan mengenai rambut lurus terurai Nadya yang sedang sibuk menyiapkan acara panti dilaksanakan tiap bulannya.
“Bunda, kursi dan bunga sudah Nanad susun sepertinya sudah selesai”.
“Iya sayang, kamu selalu membantu bunda disini, makasih ya”. Nadya tersenyum “iya Bunda” Sambil memeluk dengan penuh kasih sayang terhadap bundanya.
Acara yang diadakan merupakan sambutan untuk donatur setiap kali mereka berkunjung dan melihat anak-anak bermain, tersenyum bahagia tanpa memikirkan kerasnya kehidupan diluar sana. Tik tok tik tok jam menunjukkan arah jarumnya ke angka sepuluh, sementara Nadya sibuk dengan menghidangkan makanan.
“Ma, ngapain kita kesini? Revan bentar lagi mau ngumpul sama teman Revan di kafe.”
“Kamu ini dibilangin mama kok susah banget. Jangan bikin mama bad mood pasang muka ramah daaannnnn jangan lupa senyum, oke!”. Revan mengikuti omongan dan mengikuti langkah kaki mamanya setelah memarkirkan mobil.
Keluarga Kusumanegara merupakan donatur baru untuk Panti Asuhan Harapan Ibu, Revan anak satu-satunya dari keluarga itu, ibu kusumanegara mengajarkan anaknya untuk peduli terhadap sesama sehingga mengajak ke acara amal tersebut.
“Ma, coba lihat kearah kanan”. Revan menunjuk tangannya kearah kanan mamanya setelah melihat Nadya memberi kue-kue ke anak-anak kecil di panti. Beberapa menit sebelumnya “Nadya? Ngapain dia disini?” dalam hati Revan berkata keheranan melihat istri pilihan orang tuanya.
“Oh, mama udah tau kalo Nadya sering kesini bantu-bantu bundanya”. Seakan tidak peduli Revan hanya diam tanpa merespon omongan mamanya. Tiba-tiba “Cantik yah, lembut, penuh kasih sayang, gak salah mama menikahkan Nadya sama kamu”. “Revan masih kuliah ma, nanti mau Revan kasih makan apa anak istri? Kerja aja belum”. Sedikit kesal dengan ucapan mamanya.
***
Aku kuliah disalah satu Universitas Negeri yang ada di Indonesia, saat ini aku semester enam, ketua organisasi salah satu jabatan yang aku sandang hingga sekarang, Mengambil jurusan ekonomi bisnis merupakan kemauan papa, ia menginginkan aku sebagai penerus perusahaan kelak.
“Vannn.. Revannn… “. Teriakan tersebut sangat kenal ditelingaku. “kegiatan.. hahhh .. penggalangan dana yang udah kamu rencanain kemarin disetujui sama ibu dekan Van” Rea terbata-bata karena lelah menyusul ku dari gedung sebelah. “Serius Re?” ucapku senang. “Iya, nih surat yang dikeluarkan oleh fakultas.” Rea memberi sebuah amplop yang dipegangnya sedari tadi.
Rea adalah teman kuliah dari awal kami masuk, kurang lebih tiga tahun berteman tidak mungkin aku tidak menyukai nya, tidak ada yang namanya pertemanan antara laki-laki dan perempuan. Kebetulan Rea sekretaris di organisai kampus yang aku ketuai. Masalah pernikahan? Tentu Rea tahu, tapi aku berusaha menjelaskan padanya kalau pernikahan itu aku tidak menginginkannya, kami menikah karena perjodohan oleh kedua ayah kami. Beruntung Rea mengerti dan berusaha menganggap tidak terjadi apa-apa.
***
“Waduh udah jam tujuh, tante Riana pasti marah ni aku baru pulang”. Nadya mengendap-endap masuk menuju kamar nya. “hahh.. syukurlah gak ketahuan”ucapnya lega. Dua hari setelah pernikahan, Revan dan Nadya belum pindah dari rumah itu karena Revan masih kuliah dan dianggap belum bisa memenuhi kewajiban sebagai suami. Nadya langsung membersihkan badan nya sebab kegiatan tadi membuat keringat nya mengucur keluar hingga dirinya merasa tidak nyaman.
Klek bunyi pintu terbuka “cewek itu belum pulang ternyata” gumam Revan dalam hati. Ketika Nadya keluar dari kamar mandi ia melihat Revan sedang berbaring diatas Kasur karena lelah dari kegiatannya seharian dikampus. “astaga, dia udah pulang. Gimana aku akan memakai baju?” dalam hati ia berkata sambil mengintip dari pintu. Diam-diam Nadya mendekati lemari mengambil sepasang piyama, tanpa Nadya tahu ternyata Revan melihatnya. “hei, mau kemana kau?” dengan nada suara lantang Revan seketika Nadya kaget dan terhenti langkahnya. “maaf, aku cuma mau ganti pakaian tidur, aku tidak akan mengganggumu, silahkan istirahat”. Nadya gugup setengah mati, takut Revan tidak suka atas apa yang ia lakukan. Untungnya Revan tidak menggubris karena sudah kecapekan dan melanjutkan tidur yang tertunda.