“Aku harap ini salah,” kata Illeana masih mengamati alamat yang William berikan padanya. Jam menunjukan pukul tujuh tiga puluh menit, sudah lewat dari jam yang di janjikan karena William belum juga memberikan alamat padahal Illeana sudah menunggu tapi begitu alamatnya di terima, dia justru ragu. Ada panggilan masuk dari William saat itu. Illeana menerimanya setelah didiamkan beberapa saat. “Halo?” “Kau tak ragu, kan?” William bertanya langsung ke poinnya membuat Illeana kian diam. “Aku akan menjemputmu kalau kau ragu,” lanjut pria itu. “Tidak perlu. Aku akan ke sana sekarang,” jawab Illeana. “Baiklah. Akan aku tunggu di depan. Maaf karena baru mengirimkan alamatnya padamu. Di sini masih ada beberapa orang yang bekerja lembur. Tapi sekarang kau bisa datang,” terang William. “Kau

