“Lepaskan aku,” pinta Illeana dengan gigi terkatup rapt dan bibir yang bergerak serta kedua mata yang melotot tajam memberikan peringatan pada William yang menolak melepaskan tangannya itu. “Mobil sudah siap di bawah. William, ganti celananya, apa kau akan mengenakan itu? yang benar saja,” omel sang ibu ketika melihat celana yang di kenakan William masih celana rumah sakit. William turun dari tempat tidur pasien itu tanpa melepaskan tangan Illeana. “Nah, sudah selesai. Maria, bisakah membantuku untuk membawa ini ke depan?” tanya Wilma mengalihkan pandangan Maria yang mengawasi pergerakan William karena dia mulai curiga atas ketidakbergerakan Illeana dari tempatnya berdiri. “Oh, ya, tentu.” Terpaksa Maria menuruti apa yang di katakan Wilma. Wilma melotot pada William karena berani m

