Illeana masih di restoran Jeanika itu bahkan ketika tempat itu mulai sepi pengunjung gadis itu masih di sana, menatap jalanan sepi yang hanya remang cahaya lampu. Hujan masih turun deras dan itu menarik perhatian Illeana. [Leana, kau di mana? Kenapa belum pulang?] Pesan masuk ke ponsel Illeana itu dari William. Gadis itu hanya membacanya sekilas lalu mengalihkan lagi pandangannya ke depan. Setelah beberapa saat terdiam lagi gadis itu pun memutuskan untuk pulang. Bila William mengiriminya pesan, itu artinya Sabila sudah tidak ada di sana maka Illeana bisa pulang. Dia menghela napas, sungguh enggan sekali bertemu wanita itu. Bangun dari duduknya bertepatan dengan Jeanika yang datang menghampirinya kembali. “Kau sudah mau pulang?” tanya Jeanika. Illeana hanya menganggukkan kepalany

