48. Aku Tak Berjanji

1137 Words

Mereka duduk berhadapan dengan wajah kusut karena menangis. William masih memberikan beberapa lembar tisu lagi pada Illeana yang masih mengeluarkan air mata. “Kenapa kau tak memberi tahu aku kalau Nenek sudah ….” “Aku tidak punya kesempatan dan karena kau baru kembali, apakah aku harus mengatakan kabar duka? Aku tidak bisa begitu,” jawab William. “Jadi, kapan?” Illeana kembali bertanya. “Lima tahun lalu lalu, karena sakit dank arena usianya sudah tua.” William menjawab sambil memberikan air padanya. Illeana minum untuk menenangkan diri. “Jadi, apa kau bisa menceritakannya?” tanya Illeana lagi. Tentu saja, dia ingin tahu. Apa yang terjadi pada nenek? Tapi William terdiam, dia seperti mempertimbangkan sesuatu. “Bila aku katakan, apa yang akan kau lakukan?” tanya William. Illeana m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD