Illeana masih terdiam di tempatnya sedangkan William memegangi tangan gadis itu, dan secara perlahan dia menarik Illeana ke dekatanya lalu memeluhnya dari belakang. “Aku rindu padamu, sejak itu. Tapi, aku berusaha untuk menguburnya, menyimpan rindu dengan rapat. Kini kau kembali, aku tak lagi bisa menahan diri,” kata William. “Jadi Illeana, tetaplah di sini, setidaknya untuk saat ini,” pintanya. Semakin William mengungkapkan perasaannya semakin Illeana ingin menghindar, tapi pria itu menahan tangannya dengan kuat. Pada akhirnya Illeana hanya diam, membiarkan William menyandarkan dagu di bahunya. Pria itu menutupkan mata, mencoba mencari ketenangan yang di bawa gadis itu. Sesuatu yang dia rindukan selama ini. “Kau tahu, kau mengingatkan aku pada Nenek,” kata William pelan tepat di te

