25. Darinya, dan Dariku

1113 Words

Sebuah kebetulan yang tak menyenangkan di pagi hari bagi Illeana yang baru tiba di depan lift. Secepat mungkin dia memasuki lift yang terbuka tapi sialnya berhasil disalip oleh William ketika pintu besi itu nyaris tertutup. “Maaf, aku tidak mau menunggu lift satunya,” kata William ketika semua mata tertuju padanya. Mereka sudah terbiasa dengan kehadiran William jadi melanjutkan obrolan pagi bersama rekan lainnya hanya Illeana yang diam, berpura- pura tak kenal, dan hanya William yang mengarahkan tatapan tajam pada gadis itu. Apa yang salah? Tentu saja, Illeana menyadari bahwa ada yang salah dari cara William menatapnya kali ini. Dia merasa tak nyaman dengan tatapan yang mengintimidasi itu. Ketika semua orang satu per satu keluar dari dalam lift tersebut dan hanya menyisakan mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD