24. Perasaan Yang Berubah

1103 Words

William bangun dari tidurnya dan merasakan sesuatu di dahi, dia mengambil benda itu dari dahinya, sebuah handuk kecil yang basah. Matanya mengerjap beberapa kali, dia melirik sekitar, kosong. Jam di dinding menunjukan pukul enam tiga puluh pagi. “Aku terlambat?” gumamnya dan berusaha untuk duduk tapi kepalanya sedikit berat. Saat itu dia mengingat apa yang terjadi semalam, dan tentu saja ingat bahwa ada Illeana di sana dahinya mengerut ketika hidungnya mengenali sebuah aroma yang tidak begitu asing. Mencoba menepis, William menyibak selimut dan turun dari kasur kemudian berjalan keluar kamar. Harapan di hatinya adalah bukan gadis itu, tapi yang hadir justru gadis itu. Dia tengah menata sarapan di meja. “Oh, kau sudah bangun,” sapanya yang dengan lebar yang ceria seperti biasa. Wi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD