Menyadari apa yang William lakukan, Illeana menarik kepalanya, membuat gera*** lembut itu terhenti, jarak memutusakan kedekatan itu. Illeana mengatur napasnya, begitu pula dengan William. Mata Illeana mengerjap banyak, menatap pria itu tak percaya. “Apa yang kau lakukan?” tanya Illeana. Tidak ada tanggapan dari pria itu yang seolah baru menyadari tindakannya itu. Bahkan William tak menatap Illeana, membasahi bibirnya sendiri, lalu mengusapkan punggung jarinya perlahan seolah tengah merasakan perasaan itu lagi. “Apa kau lupa? Aku sudah –“ “Punya pacar!” potong William cepat, dia pun mengarahkan pandangannya pada gadis itu. “Aku tahu, kau tak perlu menjelaskannya lagi,” katanya. “Lalu, apa yang kau lakukan?” tuntut Illeana seraya memperjelas jarak di antara mereka. Gadis itu berge

