“Sudah cukup. Kau tak perlu melanjutkannya lagi,” kata William seraya memalingkan mwajahnya. Rasa sakit yang dimiliki gadis itu seolah meresap padanya dirinya. Tapi gadis itu menggelengkan kepalanya kuat. Mereka kemudian memilih saling diam untuk beberapa saat, menenangkan diri masing-masing. Seberat itukah jawaban yang William cari? William memberikan segelas air putih pada Illeana untuk menenangkan dirinya. Meskipun dia meminta gadis itu untuk tak melanjutkan, tetap saja Illeana akan menyelesaikanya. “Lagi pula, aku yang berjanji untuk menjawabmu,” kata Illeana menaruh gelas itu di meja. “Jadi, akan aku selesaikan.” Tatapan matanya teruju pada William yang duduk di sampingnya. “Aku tidak akan lagi memaksamu. Namun itu terserah padamu. Jadi, katakan saja, aku akan di sini mendenga

