Prologue
Awalnya Regha berpikir bahwa dia adalah anak biasa seperti pada umumnya yang tidak mempunyai sesuatu yang spesial untuk dibanggakan.
Dia bahkan selalu menjalani harinya dengan melakukan hal sama selama bertahun-tahun!
Bangun-Mandi-Berpakaian-Pergi Sekolah-Pulang-Tidur.
Begitu terus hingga membuatnya bosan bukan kepalang.
Di rumah dia juga tidak terlalu disayang atau juga dibenci, hanya saja kehadirannya kadang tidak dianggap dan mungkin itu dikarenakan statusnya yang menjadi anak tengah. Disekolah sama saja karena dia tidak terlalu pintar atau terlalu nakal untuk diingat para guru. Jadi intinya Regha itu anak paling biasa seperti yang tidak diimpikan orang-orang diluar sana.
Penampilannya di mata teman-teman sekelasnya juga bukan terlalu wow. Karakter utama yang berambut hitam kelam ini pernah menguping secara diam-diam ketika teman sekelasnya menggosipkannya. Mereka berkata dia adalah anak aneh yang suka menyendiri di bangku pojok kelas tanpa memiliki satu teman pun yang menemaninya atau bahkan mau menjadi temannya.
Dan itu sangat menyakitkan untuk didengar, kata Regha didalam pikirannya walau hatinya tengah menjerit kesakitan.
Ketika bel pulang sekolah telah berbunyi, Regha dengan terburu-buru mengemasi peralatan sekolahnya dan langsung pergi menuju rumahnya.
Sesampainya dia di rumah, gadis itu berlari ke kamarnya dan menangis di kamarnya tanpa menimbulkan suara apapun. Tangisannya itu berhenti ketika dia akhirnya merasa kelelahan dan jatuh tertidur.
Disitulah semuanya dimulai.