34

1662 Words

KEYFA Semalam Bu Nani yang menghasutku untuk memakai daster pemberian Mami, dia juga yang memilihkan daster yang dirasa paling cocok. Kata Bu Nani, biar Wisnu pangling. Pangling apanya yang ada Wisnu nahan tawa begitu melihat aku berdiri seperti orang-orangan sawah. Semalam juga, aku labil. Habis senang karena Wisnu pulang, tapi menjelang tidur emosiku goyang. Sebetulnya aku sama sekali tidak marah sama Wisnu. Aku tahu dia juga bingung. Cuma tiap kali ingat omongan Papi, suka nyesek bawaannya. Aku pun pernah tidak memercayai kondisi Papa Faruq, tapi setelah melihat dengan mata sendiri, kebencianku seolah luntur begitu saja. “Good morning, istriku yang pagi ini tampak menggemaskan dengan daster bunga-bunga.” Aku terlonjak begitu membuka pintu kamar sudah ada Wisnu yang berdiri sambil me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD