WISNU Hari ini, di saat gue emang malas ngantor, Pak Faruq datang. Kedatangannya disambut hangat oleh Keyfa. Pun dengan gue yang menghormati dia. Rencana gue quality time sama Keyfa agaknya harus tertunda karena Pak Faruq sampai siang pun masih betah di sini. Gue mengalah. Bagaimanapun Keyfa masih butuh ruang untuk berduaan dengan ayah kandungnya. Sedangkan gue memilih tidur selepas salat Zuhur. Rasa lelah selama dinas di Bandung belum sepenuhnya hilang, bawaannya ngantuk terus. Gue belum lama memejamkan mata ketika Keyfa membangunkan gue. “Orang tua kamu datang.” Kantuk gue langsung hilang. Gue tercengang sambil melompat dari kasur. “Serius?” “Iya.” Yang gue takutkan akhirnya terjadi. Semesta kayaknya hobi banget bikin gue frustasi. Tapi gue emang udah yakin kalau ini bakal terjad

