“Kahandakan banar mulai pagi-pagi. Pekan ini panjang,” komentar pria dengan nama yang selalu aneh di dengar publik itu dengan santai. Identitas aslinya tentu cukup dikenali, tetapi sapaannya yang lebih terkenal di Indonesia. “Huh? Oh, bahasa lokalmu ya?” komentar Azhar datar, “Goedemorgen.” Arrow tersenyum, “Licik sekali. Aku bahkan sudah lupa cara ucapkan selamat pagi, jadi ya ***” Azhar membalas dengan senyumannya, “Silakan duduk kalau begitu. Natalia, silakan keluar,” titah Azhar. Natalia mematuhi dan Arrow segera mengambil kursi di hadapan Azhar. Suara pintu terkunci kala Natalia keluar menjadi tanda percakapan mereka bisa dimulai. “Aku punya banyak alasan untuk tidak melihatmu hari ini, tapi aku ingin mendengar hasil investigasi darimu bagaimana Hasna bisa menjadi target pembunuha

