“Aku pulang!” ucap Christina sambil menyimpan sepatunya di dalam tak. Tapi rumah tampak sepi. Elli sepertinya sudah pergi. Christina melirik jam tangannya, ini masih sekitar pukul 11 pagi, biasanya Elli baru akan pergi ke toko bunganya sekitar pukul dua siang. Ia pun heran, dan mencari tahu ke dapur. “Hai, Sayang! Kau sudah pulang?” sapa Elli tiba-tiba. Ia sedang duduk seorang diri menikmati secangkir kopi di meja bar di dapurnya. “Ternyata kau di sini, Mutti,” Christina tersenyum. Lalu memeluk Elli. “Kau dari mana?” tanya Elli. “Tadi aku berjalan-jalan,” jawab Christina. “Lama sekali,” sambung Elli. “Ah ya, tadi aku mampir sebentar ke rumah keluarga Karte. Mereka sedang bersantai di teras samping rumahnya. Melihatku melintas lantas memanggilku untuk bergabung,” jawab Christina. Kem

