“Kau ingat apa?” tanya Uli penasaran. “Beberapa waktu lalu aku seperti diikuti seseorang. Kau tahu, ke mana pun aku pergi orang itu seperti berada sekitar,” ucap Aaric. “Kau kenal orangnya? Atau?” tanya Uli semakin penasaran. “Tidak. Aku pertama kali bertemu orang itu saat naik taksi. Dia supir taksi yang mengantarkan aku pulang saat malam tahun baru,” lanjut Aaric. “Apakah tindak tanduknya mencurigakan, Sayang?” Sabine ikut menyambung. “Sejujurnya tidak. Tapi aku hanya penasaran saja kenapa ini seperti kebetulan,” jawab Aaric. “Kebetulan bagaimana maksudmu?” tanya Uli lagi. “Ada suatu hal yang ingin aku tanyakan pada supir taksi itu,” Aaric menjawab. Kemudian mengangkat cangkir hendak mengisinya dengan teh yang baru. “Mau ku bantu?” melihat itu Sabine refleks mengambil poci teh ya

