Kartu 43

1005 Words

Tiba-tiba Aaric merasa ada sesuatu yang keras mengganjal di bawah punggungnya, ia membuka mata, yang terlihat di sekitarnya hanya hamparan cadas dari ujung ke ujung, sepanjang mata memandang. Ia bangkit dan duduk sambil bersandar di sebuah batu besar. Ia mengusap kedua matanya, mencoba untuk mempercayai ini. Aaric berpikir, bukankah tadi ia sedang tertidur di kasurnya, bagaimana bisa tiba-tiba ia terbangun dan sudah berada di tempat aneh ini. Aaric menyimpulkan bahwa ia pasti sedang bermimpi. “Byarrr... byarr... “ Terdengar sesuatu menyemburkan api. Aaric menoleh di balik batu, dari kejauhan tampak seekor naga sedang meliuk-liuk di antara cadas-cadas yang besar, mungkin panjangnya sekitar lima meter. “Ah? Apa itu?” Aaric terkejut. Ia kembali bersembunyi. Suasana seketika hening. Aa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD