Baru sebentar Aaric membuka bukunya dan berniat akan membacanya, tiba-tiba saja ia merasa ada seseorang dari arah belakang sedang mengawasi. Aaric terdiam sejenak, kemudian dalam hitungan tiga, ia berbalik. Ada pohon besar tepat di belakang Aaric, hanya pohon itu, saat ia menoleh ia tidak menemukan siapa pun. Karena penasaran Aaric bangkit dari bangku, kemudian berjalan perlahan mendekati pohon besar itu. Terdengar suara langkah kakinya menginjak patahan ranting-ranting, karena suasana di sekitar mendadak menjadi sangat sepi. “Siapa di sana? Keluarlah!” ucap Aaric sambil terus mengawasi pohon besar itu. “Sekali lagi, kau dengar?! Keluar!” ucap Aaric lagi dengan nada yang lebih tegas. Aaric dapat melihat bayangan seseorang yang bersembunyi di balik pohon itu. Perlahan dia pun mulai ke lu

