Kalu berusaha meraih kaki di dekatnya. Wajahnya sudah berlumuran darah akibat siksaan pemimpin hantu kabut. Ia tidak itu kaki Zam atau malah sang pemimpin. “Ampuni aku. Biarkan aku tetap hidup,” pinta Kalu begitu lirih. Tenaganya sudah terkuras habis sebelum masuk ke ruangan pemimpin Suku Cors. Dan ketakutannya menguras habis keberaniannya untuk melawan. “Kumohon,” pinta Kalu sekali lagi. Andai Zam sudah sadar, tentu ia akan bisa merasakan tangan bergetar yang menggenggam erat di dekat mata kakinya. Sayangnya, Zam masih sibuk dengan dunia buatan Wrystle. Tubuh Kalu sudah dipenuhi luka. Tangannya yang terputus terus mengalirkan darah menambah berkurangnya energi yang tersisa dan juga kesadarannya yang menipis. Kakinya patah. Matanya hilang satu. Jika dalam kondisi lain, mungkin Kalu bi

