“Kita harus melapisi alas sepatu yang kita kenakan dengan sesuatu yang kedap suara,” kata Zam lagi. Pangeran Baylord menatap sepatu dan wajah Zam bergantian. Kuda mereka yang berlari begitu dekat, memudahkan Pangeran Baylord mendengar penuturan Zam meski diiringi suara kaki kuda yang berderap. “Dengan apa kita harus mengganti?” Zam menatap sekitarnya. Mencari sesuatu yang bisa ia dan yang lainnya gunakan untuk meredam suara alas kaki mereka. “Di sini tidak ada karet untuk menjadi alas kaki kita, Zam,” imbuh Pangeran Baylord. Zam tak acuh. Ia masih terus mencari sesuatu. “Tidak harus karet, Pangeran. Kita bisa gunakan yang lainnya.” “Dengan apa?” Zam tidak menjawab. Ia menuju barang yang ia taksir bisa membantu mereka. Pangeran Baylord menarik tali kekang kudanya agar berlari menyama

