Zam memegang kain tipis itu dengan dahi berkerut. Setelah itu ia menghampiri Pangeran Baylord yang tengah mengamati mayat seorang perempuan. "Apa kau melihat luka ini, Darf?" kata Pangeran sambil menunjuk bekas luka pada tubuh mayat. Zam yang berdiri di belakangnya ikut mengamati kondisi fisik mayat itu. Darf yang ikut berlutut dengan Pangeran Baylord mengangguk. "Perempuan ini tentu mengalami kesakitan yang amat sangat sebelum mati." "Entah mahluk apa yang bisa melakukan ini semua. Jika mereka benar adalah manusia, sudah pasti mereka tidak memiliki hati sama sekali," timpal Kalu dari sudut yang lain. "Ya. Mereka sangat kejam. Lihatlah. Luka ini seperti sebuah tusukan benda yang sangat tipis. Maka itu berarti ...," ucapan Pangeran Baylord terpenggal oleh kata Zam. "Dia ditusuk dengan

