Sungai

1138 Words

Pangeran Baylord bangkit dan ikut meraba dinding. Lalu emlakukan hal yang sama dengan Zam tadi. Menempelkan indera pendengarnya untuk bisa membuktikan ucapan Zam. “Benar. Di sini ada sebuah aliran air yang cukup deras. Sepertinya sebuah aliran air sungai,” ujar Pangeran Baylord mbenaekan pernyataan Jaya. Darf mengangkat kedua alisnya bersamaan. “Kalau begitu mungkin itu memang adalah jalan keluarnya.” Leah mendekat pada satu-satunya anak buah Kalu. Anak buahnya itu terluka cukup parah. Betis kakinya berlubang. Tubuhnya dipenuhi dengan luka dalam lainnya. Napasnya begitu memburu. “Kau bisa bertahan?” Anak buah Kalu hanya menarik napas dalam tanpa memberikan jawaban. Kemudian sebuah ringisan menghiasi wajahnya. “Pergilah, Tuan. Selamatkan Pangeran Baylord.” Zam ikut berlutut di dekatny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD