Zam memohon pada yang lainnya dengan suara terbata dan masih diselingi batuk. Matanya berair karena terlalu lama di air. Sezzard menatap Leah. Leah mengangguk. Kemudian ia menceburkan dirinya ke dalam sungai lagi. “Tenanglah, Nak,” kata Sezzard. Zam mencoba bangun dengan dibantu oleh pria itu. Pangeran Baylord menatap Zam dengan tangan bertumbu ke atas sarung pedangnya. Matanya seperti menelisik diri Zam. “Zam, apa kau berhasil membunuh pemimpin mereka?” Pertanyaan itu sejatinya sudah ingin ditanyakan Pangeran Baylord sejak ia melihat Zam kembali bergabung dengan rombongan. Karena saat itu waktu mereka sangat semput dan kondisi yang memaksa mereka harus keluar terlebih dahulu, Pangeran Baylord jadi mengurungkan niatnya. Zam sedikit ragu dalam hatinya. Bagaimana ia bisa membunuh Wrsytl

