Flint dan Reese mengikutiku dengan wajah bingung. Kemudian Rudy mengusir semua pengunjung tokonya dengan sungkan, lalu ia mengunci pintu depan dan memasang tanda tutup.
Kami mengikutinya ke ruang kantor Rudy di belakang. Reese duduk dengan wajah tidak sabar. Kakinya yang tersilang dan dengan celana panjang yang ia kenakan, Reese mirip dengan remaja lelaki. Untung rambutnya panjang. Reese selalu mengikat rambut ekor kuda rendah supaya topinya muat.
Rudy menjelaskan tentang persahabatan ibuku dengan kedua orangtua mereka. Reese terpaku sementara Flint mengganga.
"Astaga! Ini aneh sekali!" seru Flint dengan takjub. Reese mengusap hidungnya dan ingin menimpali.
"Reese kamu mirip sekali dengan remaja laki-laki," keluh Rudy menggelengkan kepala.
"Jangan memprotes gaya berpakaianku, Rudy! Gaya baju seperti ini jauh lebih nyaman dan akan ngetren," tukas Reese dengan mimik kesal. Rudy mengibaskan tangannya.
"Sudahlah, aku siap bercerita, kalian siap mendengar?" tanya Rudy. Kami bertiga memasang konsentrasi penuh. Rudy pun mulai bertutur.
***
1857
Sir Rupert William Bennet adalah bangsawan kehormatan Raja, karena kiprahnya dalam memprakarsai sekolah Les Chester. Sebagai walikota Lambeth masa itu, Rupert menyumbangkan kekayaannya dan merubah gedung arsip lama menjadi satu-satunya sekolah yang tersedia untuk calon pegawai pemerintahan sipil. Les Chester Academy kemudian berkembang dan berhasil mendidik lebih dari 1.400 siswa.
Awal mulanya, Les Chester terbagi dalam tiga bagian:
Sekolah Pra-Persiapan Highgate (usia 3–7)
Sekolah menengah pertama (usia 7–11) Sekolah menengah atas (11+) untuk siap mengikuti kuliah.
Rupert kemudian membentuk sebuah yayasan yang menaungi Les Chester. Setelah yayasan terbentuk, Les Chester berubah.
Akademi ini hanya menerima siswa usia sepuluh tahun ke atas dan hanya mendidik siswa yang berkiblat pada sains.
1859
Les Chester menjadi akademi bergengsi yang mencetak banyak guru besar dan ilmuwan. Setelah melihat betapa pesatnya kualitas pendidikan, Rupert menambahkan kejuruan khusus filsafat dan sejarah.
1862
Rupert mengadakan perjalanan ke Mesir dan mengadaptasi beberapa ilmu sejarah.
1870
Rupert bergabung ke dalam sebuah organisasi persaudaraan yang didirikan oleh buyutnya dulu, pagan Fratrem. Dari situlah, kiprah Rupert semakin berkembang dan menjadi pemimpin tertinggi pagan Fratrem yang sempat di pimpin oleh keluarga Lyon-Bowes.
Rupert merubah konsep Fratrem dari persaudaraan menjadi persemakmuran. Kegiatan organisasi yang berbasis prinsip ekonomi yang saling menguntungkan. Rupert menjadi milyader dalam kurun waktu lima tahun, begitu juga para anggotanya.
1880
Putra pertamanya meninggal karena sakit keras. Meninggalkan George Willy Bennet sebagai pewaris tunggal. Cedric Milenia Bennet, diasuh oleh George dan Mary, istrinya.
1884
Lahir cucu pertama, Esther Rosemary Bennet.
1898
Rupert melakukan perjalanan misterius ke Mesir dan kembali dengan tim khusus yang kebanyakan para filsafat dan ilmuwan Mesir. Diketahui ia juga membawa arkeolog dan ahli sejarah.
1899
Esther hamil tanpa suami. Cedric yang saat itu berusia delapan belas tahun, setelah mengetahui hal tersebut, segera menuntut Ruben untuk bertanggung jawab. Dikarenakan kondisi fisik Esther yang lemah, pernikahan ditunda hingga kelahiran bayi.
Malam itu, tanpa diduga, Esther melahirkan seorang bayi dan pada saat bersamaan pelayan setianya mengatakan, ada kapal orang Mesir yang bersandar di sungai Thames untuk menemui Rupert.
Cedric yang telah menyelidiki tindak tanduk Rupert selama ini, segera mengunci gerbang kediaman Bennet. Cedric menuduh Rupert hendak menjadikan keponakannya sebagai tumbal Osiris!
Rupert murka dan meminta untuk membawa bayi sendiri. Esther yang mengetahui rencana kakeknya terkejut, gadis malang itu berakhir meninggal dunia saat mengejar kakeknya yang membawa lari putranya.
Cedric menghadang Rupert di gerbang dan akhirnya dengan terpaksa ia menembak Rupert seiring kemunculan lima pelindung yang telah ia pilih sendiri sebelumnya.
***
Aku menatap Rudy dengan mata merebak.
"Kebohongan apa itu, Rudy?" tanyaku dengan wajah membeku.
"Ini fakta, Bennet," jawab Rudy dengan peluh di keningnya. Reese meletakkan pensilnya dan menatap lekat pada Rudy, sementara Flint hanya terdiam terpaku.
"Rupert berusaha menyelamatkan aku, bukan membunuhku," sanggahku dengan napas tersenggal karena menahan emosi.
"Dia mengirimmu ke pulau itu, supaya tidak ada yang menyentuhmu hingga usia tujuh belas tahun dan siap ditumbalkan! Itu faktanya!" bentak Rudy kini terlihat marah. Wajahnya memerah.
"Osirus yang berusaha untuk membunuhku! Bukan Pagan Fratrem!" tangkisku lagi. Wajah Rudy berubah.
"Itukah kebohongan yang ditanamkan dalam otakmu?" tanya Rudy.
"Bukan hanya aku, itu yang kudengar dari semua. Bahkan kelima pelindungku dan juga John Wester!" bantahku.
"Bennet, Fratrem bahkan dibohongi! Aku anggota Fratrem dan organisasi ini adalah baik. Tapi isu tentang Osirus yang menjadi sumber ini semua adalah bohong! Osirus adalah pagan kedua yang tercipta oleh ambisi kakekmu untuk memperoleh kekuasaan dunia! Dia telah bersumpah untuk memenuhi janjinya, bahkan setelah kematiannya!" teriak Rudy. Aku merasakan tubuhku gemetar. Lantai tiba-tiba bergetar halus, rak mulai bergoyang. Aku belum pernah merasakan kemarahan sebesar ini.
"Bennet!" seru Flint mengingatkan aku untuk meredam amarah. Aku menarik napas panjang dan mencoba menguasai diri. Getaran di lantai berhenti. Flint tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Tuan Cedric berusaha menyelamatkanmu, tapi Rupert menciptakan kebohongan bahkan pada manusia yang mempercayainya, pada detik terakhir hidupnya, lima gurumu!" sambung Rudy dengan wajah penuh duka.
"Rudy, kamu terlihat yakin sekali. Bagaimana jika Cedric yang berbohong?" seru Reese memberikan suaranya.
"Tuan Cedric tidak pernah bohong. Dia menyayangi Esther seperti adik kandungnya. Esther juga mempercayai dia sepenuhnya. Cedric menemukan semua fakta tentang Rupert yang memuja Osiris," jawab Rudy melemah.
"Ok, aku merangkum. Rupert mengambil alih pagan Osirus yang sempat melemah sejak abad ke-15 dan menguatkan dengan pengetahuan suksesnya dari mendirikan pagan Fratrem. Rupert mengadakan penelitian hingga ke Mesir dan menemukan sebuah aliran Osirus yang menyimpan potensi misteri besar dan bisa membuatnya kaya juga menguasai dunia.
Rupert memberikan Esther sebagai wadah untuk bayi reinkarnasi dari putra Osiris, yang bisa membuka gerbang dan menjadikan anggota Osirus mulia. Benar?" tanya Reese. Rudy membenarkan.
"Kemudian, Cedric menyelidiki dan akhirnya mengetahui jika Rupert adalah double agent yang menyamar. Rupert juga dalang dari semua kesialan keluarganya. Fratrem ditugaskan untuk melindungi calon tumbal Osirus.
Pertanyaan kami sekarang. Cedric menghilang, kelima guru menerima fakta palsu, dan Pentagram berlindung di sisi yang salah. Siapa lagi yang dapat mengesahkan faktanya?" tanya Reese. Rudy menggelengkan kepala dengan lemah.
"Hanya aku dan Tuan Cedric. Kelima guru yang memergoki tuanku tidak mempercayai sedikit pun, walaupun Tuan Cedric adalah sahabat mereka sendiri," jawabnya.
"Maaf Rudy, tapi pernyataan dan ceritamu kurang meyakinkan jika ini menyangkut tentang keabsahan," timpal Reese.
"Aku menyimpan selama empat belas tahun ...," keluh Rudy dengan suara getir.
"Rudy, kita butuh saksi yang kuat, bukan sekedar cerita," ucapku dengan jengkel.
"Ini bukan hanya sekedar cerita!" tukas Rudy dengan kesal.
"Lalu? Ini seperti dongeng dan kamu terlihat yakin!" aku setengah tertawa walaupun terdengar sumbang.
"Bagaimana aku tidak yakin jika aku berada di sana ...," balas Rudy dengan wajah kembali keras.
"Rud ...." Aku terdiam saat Reese mengangkat tangan dan memintaku bungkam.
"Jelaskan kenapa kamu berada dibsana, Rudy," pinta Reese. Mata Rudy berkaca-kaca.
"Karena akulah pelayan Tuan Cedric yang memancing mulut besar orang Mesir itu," jawab Rudy dengan terbata-bata. Kami bertiga terhenyak.
"Milly adalah nama panggilan kecil tuanku. Cedric Millenia Bennet. Aku memakai nama itu sebagai penghormatan pada pemuda gagah berani yang mengorbankan semuanya demi dunia. Pemuda yang kudampingi sedari kecil." Rudy tergugu dan menumpahkan semua beban kesedihannya.
"Milly toserba," desis Flint dengan suara tercekat.
Aku merasakan lututku lemas dan bahuku terkulai tanpa tenaga. Reese menutup mulutnya dan turut terharu. Flint sudah terlebih dulu tersedu.
Oh Tuhan, jika Engkau mendengar, apakah ini memang menjadi takdir tetapku? Terjebak dalam sejarah yang pelik?