Keluh

1175 Words

“Pakai nasi ini, sudah gak panas. Anget-anget. Makan dulu, jangan ngomongin dia terus, nanti Ibu tambah kesal," ucap Arga. “Ya, Le. Ibu juga lapar. Tidak ada habisnya jika bahas istrimu. Sekian tahun Ibu juga diam. Ibu pasrahkan dia sama Gusti Allah." Ibunya menerima piring berisi nasi, lalu menambahkan sayur, satu buah tempe dan ikan asin. "Makan dulu. Nanti ngobrol lagi kalau selesai makan," kata Arga. "Iya, Ibu juga laper banget." Ibunya Arga melahap makanan di piring. Mengunyah dengan cepat dan menelan makanan. Mengulanginya beberapa kali hingga tak menyisakan apapun di piring itu. Arga sambil makan, ia juga memperhatikan ibunya. Arga merasa hancur ketika melihat ibunya tidak begitu di urus dan dihormati istrinya. “Apa tadi gak sarapan?” Arga mengambil piring baru dan mengambil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD