Keadaan semakin kacau karena Jun terus saja memaksa Ranu untuk mengantarkan ke tempat Samana. Laki-laki ini duduk dengan mengangkat dua kakinya ke atas meja. Ia mengenakan sarung untuk tapih agar mempermudah geraknya. Memang untuk sementara waktu ia tak bisa bebas menggunakan celana, karena kan menyiksa bagian intimnya yang sedang terluka. Sudah sangat tersiksa. tapi belum menjadi jera. Ia masih bisa clemotan berkata kurang ajar kepada teman-teman ceweknya. Jun dan beberapa temannya memang bebas dalam bergaul. Mereka berpikiran apapun bisa dilakukan dan untu konsekwensi di tanggung masing-masing. Pergaulan bebas mungkin tak menjadi soal bagi mereka yang sudah terbiasa, ketika diterpa kesulitan mereka juga mampu mengatasi masalahnya. Jun kini berada di tahap yang mungkin harus mendapatk

