"Iya Samana benar. Kayak aku ini mau nangis aku tahan loh. Aku wanita yang punya traumatik mendalam, di paksa tangguh menghadapi banyak hal, juga lelah. Apa lagi Samana, perempuan yang mandiri dan siap tangguh menghadapi banyak maunya para pasien-pasien. Kadang ia lebih memikirkan orang lain. Menolong orang lain sampai rela mengorbankan keselamatan dirinya. Ini kasihan sekali jika yang di tolong tidak mengerti. Jika aku bahas seperti ini, pasti bikin salah paham dan mengira Samana pamrih. Hai sepertinya yang suka mikir seperti ini, mainya kurang jauh atau saking kejauhan dan ketemu orang yang nyleneh dan memanfaatkan. Lalu ketemu Samana yang bikin nyaman dan akhirnya kebablasan dan membuat Samana mengabaikan lelahnya demi menolong mereka-mereka," lontar Kahiyang. "Sudahlah, biarkan saja.

