Samana menuju pintu, ia mendapati Kahiyang dan Gading sudah berdiri sambil menatap dirinya. Kahiyang mengandeng tangan Samana dan mengajaknya masuk dan mengintrogasi. Begitu juga dengan Gading yang mengikuti mereka. "Eh, aku tidak salah lihat, kan? Itu Ranu!" Kahiyang segera membawa Samana dan mendudukkan dengan paksa. "Iya, kan itu Arga? Kok bisa mereka ada di sini?" Lanjut Gading. "Sabar dong! Sebenarnya ini aku apa kalian yang tuan rumah? Gak salam, gak basa-basi apa, nyelonong masuk sambil glendeng tuan rumah," celetuk Samana. Samana merilekskan tubuh dengan bersandar di dinding kursi. Berpegangan pada pembatas kanan dan kiri kursi yang ia duduki. Samana juga menyilang kan kakinya, menumpuk di atas kaki kiri. Ia mengayun-ayunkan kakinya dengan santai. "Kamu gak jawab pertanyaan

