Bukan Karena Imbalan Tapi Ketulusan

2008 Words

Tak terasa surup pun tiba. Obrolan mereka semakin seru, dari membahas Ranu Candramaya berganti dengan membahas si hantu cantik Anjana Lestari. Sebenarnya Samana tidak memiliki waktu untuk sekedar membahas atau membicarakan tentang pasiennya yang tidak tahu diri itu. Bagaimana tidak tahu diri, jika mendapatkan kesembuhan justru malah menjauh dari mother Samana. Seperti kacang lupa kulitnya. Coba tidak ada mother, pasti Ranu Candramaya masih tersiksa santet kiriman temannya. Kahiyang Dewani satu-satunya wanita yang berani mengatakan bahwa dirinya tidak menyukai Ranu Candramaya. Kahiyang berpikir jika Ranu baik ke Samana hanya modus untuk mendapatkan kesembuhan. Entahlah yang dipikirkan Kahiyang benar atau salah, dia tidak peduli. Samana berusaha untuk menutupi sesuatu. Ia terlihat masih mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD