23

1523 Words

Gelap.. Hening.. Tak ada suara, senyap.. Orlando bukan orang yang penakut, tapi entah kenapa ketakutan menyergapnya saat ia berdiri di tempat ini. Tak ada cahaya sedikitpun, bahkan ia tidak bisa melihat bayangannya sendiri. Tapi satu yang aneh. Kakinya bergerak, berjalan ke satu arah tanpa ia merasa menggerakkan nya. Matanya menoleh kesana-kemari, seakan dia sudah hapal betul tempat ini sehingga gelap pun tak membuatnya kebingungan. Kakinya tiba-tiba berhenti, saat satu titik sinar terlihat di ujung matanya memandang. Orlando terdiam, menunggu apa yang akan muncul dari titik itu. Dadanya berdegup, antara rasa penasaran dan juga takut. Lalu sebuah suara yang sangat dikenalnya, membuat lututnya tiba-tiba lemas. Dia jatuh berlutut dengan tangis yang tiba-tiba saja histeris. "Abang.. A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD