"Sakit, Lan!" Orlando menatap panik ke arah istrinya yang sudah basah karena keringat. Wajah Anika bahkan terlihat sangat pucat, membuat Orlando tidak tega menatapnya lama-lama. "Tahan ya, Sayang. Aku akan temenin kamu. Kamu boleh jambak aku, pukul aku, cubit aku, buat ngurangin sakit kamu," ujar Orlando. Dia memegangi tangan istrinya yang tampak lemah. "Ma, gimana ini?" tanya Orlando cemas ke arah Kencana dan Tiara yang malah asik mengobrol di dalam ruangan yang ditempati Anika. Saat tadi pagi Orlando berangkat ke kantor, istrinya masih tampak baik-baik saja bahkan masih bisa mengantar Orlando sampai ke teras. Tapi beberapa jam kemudian, Orlando mendapat telepon dari Bundanya yang mengabarkan bahwa Anika sudah kontraksi dan dibawa ke rumah sakit. Tentu saja Orlando panik, dia bahkan l

