47

1553 Words

"Selamat dat...ang." Sapaan Anika melemah saat melihat siapa sosok yang membuat denting bel di atas pintu tokonya berbunyi. Ia menatap datar pria yang mengenakan setelan jas mahal dan tengah tersenyum ke arahnya itu. "Aku mau yang biasa, Ka," pinta pria itu. Anika tahu 'yang biasa' yang dimaksud oleh mantan suaminya itu adalah lapis legit dan juga secangkir kopi hitam tanpa gula, maka tanpa bicara apapun Anika langsung meminta salah satu karyawannya untuk mengambilkan pesanan Faris. "Aku mau makan disini, sambil ngobrol sama kamu," ujar Faris. Masih dengan tatapan datar, Anika menolak. "Aku lagi sibuk, kalau mau makan disini kamu bisa pilih meja dan duduk dengan tenang," katanya. Faris tersenyum sedih menatap wanita yang dulu selalu tersenyum hangat padanya. Kini bahkan Anika tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD